PENGERTIAN MEDIA

Senin, 10 Februari 2014

Pengertian Media Menurut Para Ahli
PENGERTIAN MEDIA
Media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Jadi dapat dipahami bahwa media adalah perantara atau pengantar dari pengirim ke penerima pesan.
Selanjutnya akan diuraikan pengertian media menurut istilah. Para ahli di dalam memberikan batasan media berbeda-beda pendapat, tetapi arah dan tujuannya sama, yang tidak lepas dari kata medium.
Secara umum media merupakan  alat bantu proses belajar mengajar. Segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau ketrampilan pebelajar  sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar. Batasan ini cukup luas dan mendalam mencakup pengertian sumber, lingkungan, manusia dan metoda yang dimanfaatkan untuk tujuan pembelajaran / pelatihan.
Menurut Briggs (1977) media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku, film, video dan sebagainya. Kemudian menurut National Education Associaton(1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras.
Menurut Santoso S. Hamidjojo dalam Amir Achsin (1980), media adalah semua bentuk perantara yang dipakai orang menyebar ide, sehingga ide atau gagasan itu sampai pada penerima.
Sedangkan Assosiasi Teknologi dan Komunikasi (Association of Education and Communication Technology/ AECT) di Amerika memberi batasan yaitu: Media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan/ informasi. Gagne (1970) menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar. buku, kaset dan film adalah contohnya.
1.      Faktor internal : sikap, pandangan hidup, perasaan senang, pengalaman, dsb.
2.      Faktor eksternal : rangsangan dari luar, lingkungan, dorongan, motivasi, dsb.
Media Merupakan faktor eksternal Hasil Penelitian :
- Pengetahuan seseorang : 11% dari pendengaran 83% dari penglihatan.
- Kemampuan daya ingat : 20% dari apa yang didengar 50% dari apa yang dilihat.
Kemampuan Media :
- Merangsang proses belajar
- menghadirkan objek langka dan berbahaya
- membuat kongkret konsep abstrak
- memberi kesamaan persepsi
- mengatasi hambatan waktu, tempat, jumlah, dan jarak
- menyajikan ulangan informasi secara konsisten
- memberikan suasana belajar yang santai dan menarik  “A picture is worth a thousand words”
JENIS-JENIS MEDIA
·         Media Visual Dua Dimensi Tidak Transparan, yang termasuk dalam jenis media ini adalah: gambar, foto, poster, peta, grafik, sketsa, papan tulis, flipchart, dan sebagainya.
·         Media Visual Dua Dimensi yang Transparan. Media jenis ini mempunyai sifat tembus cahaya karena terbuat dari bahan-bahan plastik atau dari film. yang termasuk jenis media ini adalah: film slide, film strip, movie film, dan sebagainya.
·         Media Visual Tiga Dimensi. Media ini mempunyai isi atau volume seperti benda sesungguhnya. yang termasuk jenis media ini adalah: benda sesungguhnya, nodel, diorama, speciment, mock-up, pameran, dan sebagainya.
·         Media Audio. Media audio berkaitan dengan alat pendengaran seperti misalnya: Radio, Kaset, Laboratorium bahasa, telepon dan sebagainya.
·         Media Audio Visual. Media yang dapat menampilkan gambar dan suara dalam waktu yang bersamaan, seperti: Film, Compact Disc, TV, Video, dan lain sebagainya.
MENGAPA HARUS MENGGUNAKAN MEDIA
Masing-masing media pembelajaran memiliki karakteristiknya tersendiri, oleh karena itu tidak ada media yang dapat digunakan untuk semua keperluan proses pembelajaran. Menentukan dan memilih media mana yang akan digunakan guru, harus disesuaikan dengan kompetensi yang diharapkan, bahan ajar, dan ketersediaan media yang dimaksud.
Guru harus mampu merancang, menentukan, memilih, dan menggunakan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik pembelajaran yang sedang dilakukannya. Dalam kaitannya dengan media pembelajaran, guru juga harus mampu memilih dan menggunakan metode pembelajaran yang tepat untuk menyampaikan materi ajar melalui media yang telah dipilih. Selain dapat mempermudah guru dalam menyampaikan bahan ajar, banyak keuntungan yang diperoleh dari penggunaan alat bantu belajar (media pembelajaran).
Ada beberapa hal positif mengapa harus menggunakan media pembelajaran (Anitah, 2007), yaitu:
Proses pembelajaran akan berhasil jika siswa turut aktif dalam pembelajaran tersebut. Dengan perkataan lain, siswalah yang menjadi pusat kegiatan (student centered) dalam pembelajaran, bukan guru. Oleh karena itu diperlukan berbagai fasilitas yang digunakan sebagai media pembelajaran agar dapat lebih mengoptimalkan hasil belajar.
Dari gambar diatas dapat diketahui bahwa pengetahuan seseorang paling banyak diperoleh secara visual (indra penglihatan), sayangnya masih banyak guru yang melakukan pembelajaran secara verbal yaitu dengan mengandalkan indra pendengaran.
Peneliti lain menjelaskan bahwa daya ingat seseorang terhadap sesuatu dipengaruhi oleh dari indra apa saat ia memperolehnya. Grafik di bawah ini menunjukkan hubungan antara jumlah pengetahuan yang dapat diingat dengan jenis rangsangan terhadap indranya.
Dari temuan di atas dapat disimpulkan bahwa informasi yang diterima secara auditori (melalui pendengaran) yang paling sedikit tertinggal atau menetap diingatan seseorang (siswa).
Menurut Kemp dan Dayton yang disampaikan oleh Rahadi (2003) terdapat beberapa manfaat dari media pembelajaran yang digunakan guru dalam menyampaikan materi ajar, yaitu:
1.      Materi pelajaran yang disampaikan dapat diseragamkan. Setiap siswa yang melihat atau mendengar uraian materi pelajaran melalui media yang sama akan menerima informasi sama persis dengan yang diterima oleh siswa lainnya. Dengan kata lain, media dapat meminimalisir kesenjangan informasi antar sesama siswa.
2.      Proses pembelajaran lebih jelas dan menarik. Materi pelajaran yang disajikan melalui media menjadi lebih jelas dan menarik, mampu membangkitkan rasa keingintahuan siswa, merangrang aktifitas fisik maupun emosional siswa, dan menjadikan pembelajaran lebih hidup.
3.      Menghemat waktu dan tenaga. Keluhan guru yang selalu kekurangan waktu untuk mencapai target kurikulum tidak akan terjadi jika guru dapat memanfaatkan media secara maksimal. Dan dengan sekali penyajian materi, siswa akan lebih mudah memahami pelajaran tanpa perlu melakukannya berulang-ulang.
4.      Pembelajaran yang dilakukan akan lebih interaktif. Dengan pemilihan dan perancangan yang baik, media akan membantu guru dan siswa untuk melakukan komunikasi dua arah secara aktif selama proses pembelajaran berlangsung.
5.      Kualitas hasil belajar siswa meningkat. Penggunaan media bukan hanya membuat proses pembelajaran lebih efisien, tetapi dapat membantu siswa menyerap materi pelajaran lebih mendalam dan utuh. Pemahaman siswa menjadi lebih baik dengan kegiatan melihat, menyentuh, merasakan, atau mengalami sendiri melalui media yang disajikan.
6.      Memungkinkan proses belajar dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Media pembelajaran dapat dirancang sedemikian rupa sehingga siswa dapat melakukan kegiatan belajar secara lebih leluasa, kapanpun, dan dimanapun.
7.      Menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar. Melalui media, proses pembelajaran menjadi lebih menarik sehingga mendorong siswa untuk mencintai ilmu pengetahuan dan gemar mencari sendiri sumber-sumber ilmu pengetahuan.
8.      Merubah peran guru kearah yang lebih positif dan produktif. Guru bukan lagi menjadi satu-satunya sumber belajar bagi siswa. Seorang guru tidak perlu menjelaskan seluruh materi pelajaran, karena bisa berbagi peran dengan media. Dengan demikian guru akan memiliki waktu untuk memberi perhatian pada aspek-aspek edukatif lainnya.
Selain beberapa manfaat yang diungkapkan oleh Kemp dan Dayton, masih terdapat beberapa manfaat praktis lain dari media pembelajaran, antara lain:
A.    Membuat materi pelajaran yang abstrak menjadi konkrit.
B.     Mengatasi kendala keterbatasan ruang dan waktu.
C.     Membantu mengatasi keterbatasan alat indera manusia.
D.    Mampu menyajikan objek pelajaran berupa benda atau peristiwa langka atau berbahaya ke dalam kelas.
E.     Informasi pelajaran yang disajikan dengan media yang tepat dapat memberikan kesan mendalam dan lebih lama tersimpan pada diri siswa.
Dari banyaknya keuntungan dan manfaat yang diperoleh dengan menggunakan media pembelajaran, maka media pembelajaran harus dijadikan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran. Setiap akan menyampaikan materi pelajaran, guru hendaknya merencanakan media mana yang akan digunakan untuk membantu menyampaikan materi tersebut. Semoga bermanfaat!
Conclution
Dengan adanya media pembelajaran maka tradisi lisan dan tulisan dalam proses pembelajaran dapat diperkaya dengan berbagai media pembelajaran. Dengan tersedianya media pembelajaran, guru pendidik dapat menciptakan berbagai situasi kelas, menentukan metode pengajaran yang akan dipakai dalam situasi yang berlainan dan menciptakan iklim yang emosional yang sehat diantara peserta didik. Bahkan alat/media pembelajaran ini selanjutnya dapat membantu guru membawa dunia luar ke dalam kelas. Dengan demikian ide yang abstrak dan asing (remote) sifatnya menjadi konkrit dan mudah dimengerti oleh peserta didik. Bila alat/media pembelajaran ini dapat di fungsikan secara tepat dan proforsional, maka proses pembelajaran akan dapat berjalan efektif.






0 komentar: