Pengertian Media Menurut
Para Ahli
PENGERTIAN MEDIA
Media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak
dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Jadi
dapat dipahami bahwa media adalah perantara atau pengantar dari pengirim ke
penerima pesan.
Selanjutnya akan diuraikan pengertian media menurut
istilah. Para ahli di dalam memberikan batasan media berbeda-beda pendapat,
tetapi arah dan tujuannya sama, yang tidak lepas dari kata medium.
Secara umum media merupakan alat bantu proses belajar
mengajar. Segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran,
perasaan, perhatian dan kemampuan atau ketrampilan pebelajar sehingga
dapat mendorong terjadinya proses belajar. Batasan ini cukup luas dan mendalam
mencakup pengertian sumber, lingkungan, manusia dan metoda yang dimanfaatkan
untuk tujuan pembelajaran / pelatihan.
Menurut Briggs (1977) media pembelajaran
adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku,
film, video dan sebagainya. Kemudian menurut National Education
Associaton(1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana
komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi
perangkat keras.
Menurut Santoso S. Hamidjojo dalam Amir Achsin (1980), media
adalah semua bentuk perantara yang dipakai orang menyebar ide, sehingga ide
atau gagasan itu sampai pada penerima.
Sedangkan Assosiasi Teknologi dan Komunikasi (Association of
Education and Communication Technology/ AECT) di Amerika memberi batasan yaitu:
Media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan
pesan/ informasi. Gagne (1970) menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis
komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar.
buku, kaset dan film adalah contohnya.
1. Faktor internal : sikap, pandangan
hidup, perasaan senang, pengalaman, dsb.
2. Faktor eksternal : rangsangan dari
luar, lingkungan, dorongan, motivasi, dsb.
Media Merupakan faktor eksternal Hasil Penelitian :
Media Merupakan faktor eksternal Hasil Penelitian :
- Pengetahuan seseorang : 11% dari pendengaran 83% dari
penglihatan.
- Kemampuan daya ingat : 20% dari apa yang didengar 50%
dari apa yang dilihat.
Kemampuan Media :
- Merangsang proses belajar
- menghadirkan objek langka dan berbahaya
- membuat kongkret konsep abstrak
- memberi kesamaan persepsi
- mengatasi hambatan waktu, tempat, jumlah, dan jarak
- menyajikan ulangan informasi secara konsisten
- memberikan suasana belajar yang santai dan
menarik “A picture is worth a thousand words”
JENIS-JENIS MEDIA
·
Media
Visual Dua Dimensi Tidak Transparan, yang termasuk dalam jenis media ini adalah: gambar, foto,
poster, peta, grafik, sketsa, papan tulis, flipchart, dan sebagainya.
·
Media
Visual Dua Dimensi yang Transparan. Media jenis ini mempunyai sifat tembus cahaya karena
terbuat dari bahan-bahan plastik atau dari film. yang termasuk jenis media ini
adalah: film slide, film strip, movie film, dan sebagainya.
·
Media
Visual Tiga Dimensi.
Media ini mempunyai isi atau volume seperti benda sesungguhnya. yang termasuk
jenis media ini adalah: benda sesungguhnya, nodel, diorama, speciment, mock-up,
pameran, dan sebagainya.
·
Media
Audio. Media
audio berkaitan dengan alat pendengaran seperti misalnya: Radio, Kaset,
Laboratorium bahasa, telepon dan sebagainya.
·
Media
Audio Visual.
Media yang dapat menampilkan gambar dan suara dalam waktu yang bersamaan,
seperti: Film, Compact Disc, TV, Video, dan lain sebagainya.
MENGAPA HARUS MENGGUNAKAN MEDIA
Masing-masing media pembelajaran memiliki karakteristiknya
tersendiri, oleh karena itu tidak ada media yang dapat digunakan untuk semua
keperluan proses pembelajaran. Menentukan dan memilih media mana
yang akan digunakan guru, harus disesuaikan dengan kompetensi yang diharapkan,
bahan ajar, dan ketersediaan media yang dimaksud.
Guru harus mampu merancang, menentukan, memilih, dan
menggunakan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik
pembelajaran yang sedang dilakukannya. Dalam kaitannya dengan media
pembelajaran, guru juga harus mampu memilih dan menggunakan metode pembelajaran
yang tepat untuk menyampaikan materi ajar melalui media yang telah dipilih.
Selain dapat mempermudah guru dalam menyampaikan bahan ajar, banyak keuntungan
yang diperoleh dari penggunaan alat bantu belajar (media pembelajaran).
Ada beberapa hal positif mengapa harus menggunakan media pembelajaran (Anitah, 2007), yaitu:
Ada beberapa hal positif mengapa harus menggunakan media pembelajaran (Anitah, 2007), yaitu:
Proses pembelajaran akan berhasil jika siswa turut aktif
dalam pembelajaran tersebut. Dengan perkataan lain, siswalah yang menjadi pusat
kegiatan (student centered) dalam pembelajaran, bukan guru. Oleh karena itu
diperlukan berbagai fasilitas yang digunakan sebagai media pembelajaran agar dapat lebih mengoptimalkan
hasil belajar.
Dari gambar diatas dapat diketahui bahwa pengetahuan
seseorang paling banyak diperoleh secara visual (indra penglihatan), sayangnya
masih banyak guru yang melakukan pembelajaran secara verbal yaitu dengan mengandalkan indra pendengaran.
Peneliti lain menjelaskan bahwa daya ingat seseorang
terhadap sesuatu dipengaruhi oleh dari indra apa saat ia memperolehnya. Grafik
di bawah ini menunjukkan hubungan antara jumlah pengetahuan yang dapat diingat
dengan jenis rangsangan terhadap indranya.
Dari temuan di atas dapat disimpulkan bahwa informasi yang
diterima secara auditori (melalui pendengaran) yang paling sedikit tertinggal
atau menetap diingatan seseorang (siswa).
Menurut Kemp dan Dayton yang
disampaikan oleh Rahadi (2003) terdapat beberapa manfaat dari media pembelajaran yang digunakan guru dalam
menyampaikan materi ajar, yaitu:
1. Materi pelajaran yang disampaikan
dapat diseragamkan. Setiap siswa yang melihat atau mendengar uraian materi
pelajaran melalui media yang sama akan menerima informasi sama persis dengan
yang diterima oleh siswa lainnya. Dengan kata lain, media dapat meminimalisir
kesenjangan informasi antar sesama siswa.
2. Proses pembelajaran lebih jelas dan
menarik. Materi pelajaran yang disajikan melalui media menjadi lebih jelas dan
menarik, mampu membangkitkan rasa keingintahuan siswa, merangrang aktifitas
fisik maupun emosional siswa, dan menjadikan pembelajaran lebih hidup.
3. Menghemat waktu dan tenaga. Keluhan
guru yang selalu kekurangan waktu untuk mencapai target kurikulum tidak akan
terjadi jika guru dapat memanfaatkan media secara maksimal. Dan dengan sekali
penyajian materi, siswa akan lebih mudah memahami pelajaran tanpa perlu
melakukannya berulang-ulang.
4. Pembelajaran yang dilakukan akan
lebih interaktif. Dengan pemilihan dan perancangan yang baik, media akan
membantu guru dan siswa untuk melakukan komunikasi dua arah secara aktif selama
proses pembelajaran berlangsung.
5. Kualitas hasil belajar siswa
meningkat. Penggunaan media bukan hanya membuat proses pembelajaran lebih efisien, tetapi dapat
membantu siswa menyerap materi pelajaran lebih mendalam dan utuh. Pemahaman
siswa menjadi lebih baik dengan kegiatan melihat, menyentuh, merasakan, atau
mengalami sendiri melalui media yang disajikan.
6. Memungkinkan proses belajar dapat
dilakukan di mana saja dan kapan saja. Media pembelajaran dapat dirancang
sedemikian rupa sehingga siswa dapat melakukan kegiatan belajar secara lebih
leluasa, kapanpun, dan dimanapun.
7. Menumbuhkan sikap positif siswa
terhadap materi dan proses belajar. Melalui media, proses pembelajaran menjadi
lebih menarik sehingga mendorong siswa untuk mencintai ilmu pengetahuan dan
gemar mencari sendiri sumber-sumber ilmu pengetahuan.
8. Merubah peran guru kearah yang lebih
positif dan produktif. Guru bukan lagi menjadi satu-satunya sumber belajar bagi
siswa. Seorang guru tidak perlu menjelaskan seluruh materi pelajaran, karena
bisa berbagi peran dengan media. Dengan demikian guru akan memiliki waktu untuk memberi perhatian pada
aspek-aspek edukatif lainnya.
Selain beberapa manfaat yang
diungkapkan oleh Kemp dan Dayton, masih terdapat beberapa manfaat praktis lain
dari media pembelajaran, antara lain:
A.
Membuat
materi pelajaran yang abstrak menjadi konkrit.
B.
Mengatasi
kendala keterbatasan ruang dan waktu.
C.
Membantu
mengatasi keterbatasan alat indera manusia.
D.
Mampu
menyajikan objek pelajaran berupa benda atau peristiwa langka atau berbahaya ke
dalam kelas.
E.
Informasi
pelajaran yang disajikan dengan media yang tepat dapat memberikan kesan
mendalam dan lebih lama tersimpan pada diri siswa.
Dari banyaknya keuntungan dan manfaat yang diperoleh dengan
menggunakan media pembelajaran, maka media pembelajaran harus
dijadikan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran. Setiap akan
menyampaikan materi pelajaran, guru hendaknya merencanakan media mana yang akan
digunakan untuk membantu menyampaikan materi tersebut. Semoga bermanfaat!
Conclution
Dengan adanya media
pembelajaran
maka tradisi lisan dan tulisan dalam proses
pembelajaran
dapat diperkaya dengan berbagai media pembelajaran. Dengan
tersedianya media
pembelajaran,
guru pendidik dapat menciptakan berbagai situasi kelas, menentukan metode pengajaran yang akan dipakai dalam situasi
yang berlainan dan menciptakan iklim yang emosional yang sehat
diantara peserta didik. Bahkan alat/media pembelajaran ini selanjutnya dapat
membantu guru membawa dunia luar ke dalam kelas. Dengan demikian ide yang
abstrak dan asing (remote) sifatnya menjadi konkrit dan mudah dimengerti oleh
peserta didik. Bila alat/media pembelajaran ini dapat di
fungsikan secara tepat dan proforsional, maka proses pembelajaran akan dapat berjalan efektif.
0 komentar:
Posting Komentar